Ilmuwan Indonesia prediksi ribuan pulau Indonesia akan tenggelam

Ilmuwan Indonesia berhasil sampai di Argentina, untuk melakukan ekspedisi di Benua Antartika. Associate Prof. Wayan Suparta memasang GPS Antena di Carlini Base guna menguatkan pembuktian telah tejadinya pemanasan glabal/ climate change di Benua Antartika.

Prof. Madya Wayan Suparta merupakan Ilmuan Indonesia yang fokus melakukan kajian Climate change semenjak 2003. Ilmuan yang bekerja di Space Science Centre (Angkasa) Institute of Climate Change Universiti  Universiti Kebangsaan Malaysia ini menjelaskan, fenomena mencairnya es di kutub selatan ini tentunya akan sangat berpengaruh dengan ketinggian air. Belakangan cuaca yang tidak stabil menjadi perbincangan hangat dan bahkan menelan korban jiwa sebagai dampak dari climite change.

“Masalah Climate change merupakan masalah yang sangat serius untuk dipelajari, dengan mendalami kajian ini secara tidak langsung kita dapat bersiap untuk menghadapi berbagai dugaan yang akan muncul terkait dengan efek dari Climate Change, mecairnya es di kutub selatan ini akan memberikan dampak terhadap ketinggian permungkaan air laut. Sehingga secara tidak langsung akan menenggelamkan pulau-pulau yang rendah,” ungkap Wayan dalam pembentangan hasil ekspedisinya di UKM (11/5) seperti dilaporkan Kontributor Elshinta di Malaysia, Dewi Anggraini.

Dari hasil temuannya saat melakukan ekspedisi di benua Antartika, sistem yang Ia rancang berhasil mendeteksi berbagai fenomena yang terjadi akibat Climate Change. Selain mencairnya es, di Antartika juga sudah mulai tumbuh sejumlah tanaman.

Lebih lanjut dipaparkannya, kajian yang sudah dilakukan bersama sejumlah mahasiswanya, PhD dan Master student yang sedang menempuh studi di Univesiti Kebangsaan Malaysia ini telah dijalankan semenjak 2003 silam. Di Antartika waktu demi waktu semakin menunjukkan adanya kehidupan yang terus berkembang.

“Pertama kali sampai di Antartika pada tahun 2006, saat itu permukaan es sudah mencair, saat itu suhu minus boleh menghidupkan plankton dimusim panas, ketika saya datang untuk melanjutkan kajian di Antartika 2017 sudah didapati rerumputan alam mulai hidup di kutub selatan, fakta ini membuktikan dampak pemanasan global akan semakin dapat dirasakan masyarakat dunia. Indonesia yang memiliki daerah permukaan laut lebih luas juga harus mewaspadai keadaan ini,” Jelas Wayan lebih lanjut.

Sementara itu wahyu sasonko putro salah seorang mahasiswa Dr. Wayan juga membenarkan temuan tersebut. Selama dibimbing Dr Wayan dalam sejumlah kajian yang berkenaan dengan Climate Change, banyak sekali fenomena baru yang ditemukannya sebagai dampak dari Climate change. Keadaan ini secara tidak langsung akan berdampak kepada kehidupan manusia.

“Dengan menggunakan alat yang dirancangnya Dr Wayan telah mendapati adanya kehidupan di Benua Antartika, selain tanaman sejumlah bebatuan yang sudah terlihat pasca mencairnya es di Antartika,” jelas Wahyu yang ikut terlibat dalam mendesign alat sensor meteorologi yang di gunakan Dr Wayan dalam kajiannya di Antartika.

Untuk pengembangan penelitian ini Dr Wayan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Malaysia dan Pemerintah Argentina. Alat Meteorogi sensor yang diciptakannya sangat penting untuk perkembangan ramalan cuaca kedepannya. Dengan menggunakan alat penerima GPS dan lightning sensor Dr Wayan menemukan banyak fenomena alam yang terjadi di Antartika.

Sumber: http://m.elshinta.com/news/107739/2017/05/12/ilmuwan-indonesia-prediksi-ribuan-pulau-indonesia-akan-tenggelam

%d bloggers like this: